Pengenalan Sistem Basis Data

APA ITU DATA?

Data adalah sekumpulan fakta yang dapat berupa angka, teks, suara, gambar, atau simbol-simbol yang dapat diolah dan dikomunikasikan. Contoh : Fakta mengenai objek, orang, dan lainnya

Di dalam sistem basis data, terdapat hirarki data sebagai berikut :

  1. Bit : Merupakan unit terkecil dari data, biasanya berupa 0 atau 1 dalam sistem biner.
  2. Byte : Sekelompok bit yang merepresentasikan satu karakter (misalnya, satu huruf atau angka). Biasanya terdiri dari 8 bit.
  3. Field : Sekumpulan byte yang membentuk satu unit informasi. Field sering kali mewakili atribut dari suatu entitas, seperti “Nama” atau “Alamat.”
  4. Record : Sekumpulan field yang terkait dan membentuk satu entitas atau item data lengkap, seperti satu baris dalam tabel basis data yang mungkin mewakili satu pelanggan.
  5. File : Sekumpulan record yang sejenis dan disimpan bersama-sama. Misalnya, sebuah file bisa berisi semua data pelanggan.
  6. Database : Kumpulan file yang saling terkait yang disimpan dalam satu sistem manajemen basis data (DBMS) untuk keperluan organisasi, penyimpanan, dan pengambilan informasi.

APA ITU BASIS DATA?

Basis Data adalah kumpulan data yang memiliki hubungan serta tersimpan/terkumpulkan dalam memenuhi kebutuhan akan suatu informasi dalam perusahaan ataupun organisasi.

Berikut ini merupakan parameter terkait perlu atau tidak perlu menggunakan basis data:

PERLUTIDAK PERLU
Data sangat banyak, dan perlu di-updateData sedikit dan sangat sederhana
Data relevan untuk jangka waktu yang cukup lamaData terdefinisi dengan baik, tidak akan berubah
Data digunakan secara bersamaan oleh banyak penggunaAkses bersama ke suatu data tidak diperlukan

APA ITU INFORMASI?

Informasi adalah data yang telah diolah untuk memberikan makna kepada pengguna yang menerima data tersebut, terutama dalam konteks pengambilan keputusan.”

APA ITU SISTEM MANAJEMEN BASIS DATA?

Sistem Manajemen Basis Data atau bisa disebut dengan Dabatase Management System (DBMS) adalah serangkaian program perangkat lunak yang memungkinkan pengguna untuk mendefinisikan, menciptakan, memelihara, dan mengendalikan akses ke basis data. Sistem ini bertujuan untuk memastikan integritas, keamanan, dan ketersediaan data yang disimpan.

Adapun komponen utama dalam sistem manajemen basis data adalah sebagai berikut:

  1. Data : Merupakan komponen inti yang berisi fakta-fakta atau informasi,  Data diorganisir dalam bentuk tabel-tabel, di mana setiap tabel berisi rekaman (records) yang terdiri dari atribut-atribut (fields).
  2. Perangkat Keras (Hardware) : Perangkat keras ini meliputi server, perangkat penyimpanan (hard disk, SSD), dan jaringan komputer.
  3. Perangkat Lunak (Software) : Meliputi perangkat lunak Database Management System (DBMS) yang berfungsi untuk mengelola basis data, serta perangkat lunak aplikasi yang digunakan untuk mengakses data dari basis data.
  4. Pengguna (Users) : Pengguna dapat berupa administrator basis data (DBA), pengguna akhir (end-users), dan pengembang aplikasi.
  5. Prosedur (Procedures) : Prosedur mencakup kebijakan dan aturan yang mengatur bagaimana data dalam basis data dikelola dan diakses.
  6. Kamus Data (Data Dictionary) : Kamus data adalah metadata yang menyimpan informasi tentang struktur data dalam basis data, seperti definisi tabel, tipe data, relasi antar tabel, dan hak akses.

Adapun prinsip dan tujuan sistem manajemen basis data adalah sebagai berikut:

  1. Cepat dan Mudah
    • Dalam hal ini meliputi kecepatan didalam melakukan beberapa kegiatan seperti menambah, menyimpan atau mengedit data.
  2.  Space penyimpanan yang efisien
    • Jumlah redudansi pada data dapat ditekan dengan cara mengimplementasikan kode-kode dengan menghasilkan relasi kedalam bentuk file.
  3. Akurat
    • Lebih ditekankan pada akurasi dalam proses input dan menyimpan data dengan mengimplementasikan tipe serta domain data
  4. Ketersediaan
    • Dalam hal ini menseleksi data utama (master data) maupun data yang kadaluarsa. Data yang sifatnya tidak lagi maupun jarang dipergunakan mampu dikontrol melalui sistem database aktif.
  5. Kelengkapan
    • Melakukan akomodasi kelengkapan data yang mengakibatkan perkembangan data melalui penambahan record baru serta perubahan struktur.
  6. Aman
    • Dapat melakukan penentuan hak akses terhadap user sehingga menjadi lebih aman.
  7.  Kebersamaan pengguna
    • Basis data dapat dipergunakan bagi beberapa user dalam tempat yang berbeda-beda. Basis data yang dikendalikan software/aplikasi yang mensupport berbagai user (multi user) mampu mendorong akan pemenuhan akan kebutuhan, namun harus menghindari data yang bersifat tidak konsisten.

Adapun manfaat sistem manajemen basis data adalah sebagai berikut:

  1. Pengendalian Redundansi Data
    • DBMS mengurangi redundansi data dengan menyimpan data secara terpusat. Hal ini mengurangi duplikasi yang tidak diperlukan dan membantu dalam menjaga konsistensi data.
  2. Peningkatan Keamanan
    • DBMS menyediakan mekanisme keamanan seperti kontrol akses berbasis peran dan otorisasi, yang memastikan bahwa hanya pengguna yang memiliki izin yang dapat mengakses data tertentu.
  3. Integritas Data yang Lebih Baik
    • DBMS menjaga integritas data melalui constraint (batasan) seperti primary key, dan aturan bisnis yang memastikan bahwa data konsisten dan valid.
  4. Pemulihan Data (Data Recovery)
    • Fitur pemulihan data memungkinkan pemulihan sistem dari kegagalan atau kerusakan, menjaga data tetap aman dan tersedia.
  5. Dukungan untuk Transaksi
    • DBMS mendukung transaksi dengan memastikan properti ACID (Atomicity, Consistency, Isolation, Durability), yang memastikan bahwa transaksi dijalankan secara benar dan data tetap konsisten.
  6. Meningkatkan Produktivitas Pengembangan Aplikasi
    • DBMS menyediakan lingkungan pengembangan yang memungkinkan pengembang untuk lebih fokus pada logika bisnis daripada manajemen data, yang meningkatkan produktivitas.
  7. Berbagi Data dan Koordinasi di Antara Pengguna
    • DBMS memungkinkan data digunakan secara bersama-sama oleh banyak pengguna atau aplikasi dengan cara yang terkoordinasi, menghindari konflik atau inkonsistensi.

Tahapan dalam perancangan sistem basis data

Adapun tahapan dalam perancangan sistem basis data dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

  1. Analisis Kebutuhan (Requirement Analysis)
    • Mengumpulkan dan menganalisis kebutuhan data dari pengguna akhir atau stakeholder
  2. Perancangan Konseptual (Conceptual Design)
    • Biasanya diwujudkan dalam bentuk diagram Entitas-Hubungan (Entity-Relationship).
  3. Perancangan Logis (Logical Design)
    • Ini termasuk normalisasi tabel untuk menghilangkan redundansi dan memastikan integritas data. Entitas dalam ERD diubah menjadi tabel, atribut menjadi kolom, kunci utama (primary key), dan hubungan menjadi foreign key.
  4. Perancangan Fisik (Physical Design)
    • Ini melibatkan keputusan tentang bagaimana data akan disimpan secara fisik (misalnya, partisi, indeks, panjang nilai, pengelompokan data, dan lainnya) untuk memastikan kinerja yang optimal
  5. Implementasi (Implementation)
    • Implementasi dari perancangan database yang telah dilakukan pada tahap sebelumnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *