Takdir terbaik itu seperti apa?

Human hands open palm up worship. Eucharist Therapy Bless God Helping Repent Catholic Easter Lent Mind Pray. Christian Religion concept background. fighting and victory for god

Pernahkah anda mendapatkan pertanyaan seperti itu?

Saya merupakan pengajar di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta. Interaksi dengan para mahasiswa adalah hal yang saya tunggu-tunggu karena saya membuka lebar pintu untuk bisa saling berdiskusi, berbagi pengetahuan, bahkan jadi “tempat curhat” juga.

Bagi saya, menjadi pengajar bukan hanya tentang menyampaikan materi, tetapi juga tentang membangun hubungan yang mendukung perkembangan pribadi dan profesional si mahasiswa. Itulah sebabnya saya selalu berusaha untuk menjadi pendengar yang baik, memahami kebutuhan mereka, dan memberikan bimbingan yang relevan, baik dalam aspek akademik dan non akademik.

Terdapat cerita , ada satu mahasiswa yang ingin berdiskusi dengan seorang dosen, tapi lebih tepatnya meminta saran apa yang harus dia lakukan. Terjadilah dialog berikut:

Mahasiswa : Pak, mengapa takdir saya seperti ini ya?

Dosen : Takdir yang seperti apa yang dimaksud?

Mahasiswa : Saya ini dari mulai SD sampai dengan SMA selalu bersekolah di sekolah negeri, tapi kenapa setelah masuk ke jenjang perguruan tinggi takdir saya seperti ini, saya sudah melakukan ujian masuk ke beberapa perguruan tinggi negeri, tapi tidak satupun perguruan tinggi negeri yang menerima saya.

Dosen : Lalu apalagi? (saya coba mengulik semua keluh kesah dia)

Mahasiswa : Saya ini muslim, saya sudah menjalankan ibadah 5 waktu bahkan saya menjalankan juga ibadah diluar ibadah 5 waktu, seperti mengerjakan shalat tahajud. Tapi kenapa Allah ﷻ tidak mengabulkan doa saya untuk bisa berkuliah di Universitas Negeri. Saya juga tinggal dengan Om dan Tante saya, tapi saya di sana juga bekerja dengan mereka. Saya berpikir walaupun biaya kuliah saya di sini dibayar oleh Om dan Tante saya, tapi menurut saya apa yang dibayarkan ini tidak sebanding dengan kerja keras saya di sana. Jadi saya ingin berhenti kuliah saja Pak.

Dosen : Ada lagi yang ingin diceritakan?

Mahasiswa : Sudah Pak

Dosen : Saya coba menjelaskan menurut apa yang saya yakini dan pahami. Setelah itu, terserah kamu untuk mempertimbangkan itu semua. Semua yang ditakdir oleh Allah ﷻ itu baik jika kita ikhlas dan ridho menerimanya. Kita ditakdirkan Allah ﷻ ada di muka bumi apakah keinginan kita? sudah pasti keinginan Allah ﷻ, bahkan kita ditakdirkan untuk masih bisa bersujud (ibadah) kepada Allah ﷻ saja sudah sangat istimewa, karena berapa banyak manusia di muka bumi yang belum bisa bersujud kepada Allah ﷻ. Kita coba mengambil hikmah dari cerita yang kamu sampaikan tadi bahwa kamu dari jenjang SD sampai dengan SMA selalu bersekolah di sekolah negeri, tetapi mengapa pada saat kuliah malah kuliah di Kampus Swasta bukan kampus negeri yang kamu inginkan atau cita-citakan, mungkin saja itu ada barokahnya (kamu kuliah di kampus swasta) mungkin bisa jadi kalau kamu kuliah di kampus negeri kamu menjadi sombong tapi dengan kamu berkuliah di kampus swasta maka kesombongan itu tidak terjadi. Saya pernah membaca perkataan ulama seperti ini :

متى اعطاك اشهدك بره، ومتى منعك اشهدك قهره، فهو في كل ذلك متعرف اليك ومقبل بوجود لطفه علي
“Ketika Dia memberimu, Dia telah menunjukkan kepadamu kebaikan-Nya (bahwa Dia adalah Dzat yang Sangat Baik). Ketika Dia tidak memberimu, Dia menunjukkan kepadamu kekuasaan-Nya (Bahwa Dia adalah Dzat yang tidak bisa diintervensi). Pada semua itu, Dia memperkenalkan diri-Nya kepada-Mu dan mendatangimu lewat kelembutan-Nya (kasih sayang-Nya).”

Intinya banyak hikmah yang bisa kita ambil dari kejadian-kejadian kehidupan yang kita rasakan, lihat, dan dengar. Kita manusia itu hanya bisa berencana atau bercita-cita dan berikhtiar, tetapi hasil akhirnya adalah Allah ﷻ yang mentakdirkan. Dalam Al-Qur’an juga sudah disebutkan seperti ini : “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah ﷻ mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”.

Mahasiswa : Baik Pak, terima kasih atas nasihat dan saran yang diberikan.

Dosen : Sama-sama, semoga kamu bisa berpikir jernih dan dapat membuat keputusan yang terbaik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *